Tips mengajarkan si kecil ke kamar mandi

potty-training-tips

Mengajarkan si kecil agar terbiasa ke kamar mandi memang bukan hal yang mudah karena ia terbiasa buang air kecil maupun besar di popok. Saat ia berusia 18 bulan, melatih si kecil ke kamar mandi atau lazim disebut potty training biasanya mulai dikenalkan. Terkadang ia menangis atau merasa tertekan karena hal ini, untuk itu jangan memaksakan saat ia belum siap. lakukan perlahan-lahan. Tips dibawah ini mungkin bisa membantu Bunda.

  • Biasakan si kecil duduk di toilet dua kali sehari meskipun ia ingin buang air atau tidak.
  • Beri contoh, misalnya jika ia terlanjur pup di popok ajak ia ke kamar mandi dan ajar caranya.
  • Lakukan dengan teratur. Jika ia sudah terbiasa, dengan sendirinya akan ada dorongan untuk buang air. Apalagi jika ia belum buang air sebelumnya.
  • Tunda jika ia rewel dan ulangi beberapa saat kemudian.
  • Ciptakan suasana tenang. Jangan buru-buru dan memaksanya untuk segera buang air.
  • Lakukan kegiatan lain selama di toilet karena buang air biasanya butuh waktu. Misalnya sambil membawa buku untuk mewarnai maupun bercerita.
  • Cari tahu kebiasaan dan waktu si kecil buang air misalnya sehabis bangun tidur.
  • lakukan bertahap misalnya temani ia di kamar mandi di waktu awal mengenalkannya. kemudian mulai tinggalkan saat ia bisa sendiri. Beri hadiah saat ia telah berhasil akan membuatnya lebih termotivasi.

Good luck n selamat berjuang bunda :)

Tips Atasi ketagihan Junk Food

junk food

Junk Food atau makanan yang tidak sehat memang begitu menggoda karena rasanya yang enak dan biasanya cepat saji. Namun Junk Food biasanya mengandung jumlah lemak yang besar. Jika menu keseharian anda diwarnai dengan junk food, hal ini tentu akan berefek tidak baik bagi kesehatan anda. Untuk mengatasi ketagihan anda terhadap junk food, beberapa tips dibawah ini bisa membantu anda. Read the rest of this entry »

Tips Memilih Jus Kemasan

Agar si kecil mendapat vitamin yang cukup dari buah, biasa nya bunda memberikan irisan buah maupun jus buah. Agar lebih praktis jus buah kemasan jadi pilihan dan kadang lebih disukai si kecil karena kemasannya menarik dan tidak memerlukan waktu penyajian yang lama seperti jus buah yang Bunda buat sendiri. Namun jus kemasan biasanya ditambahi pemanis dan mengandung kadar gula yang tinggi. Untuk itu Bunda harus cermat memilih jus kemasan untuk si kecil.

juice

Tips memilih jus kemasan

  • Jangan memilih jus campuran berbagai buah karena biasanya hanya mengandung sedikit jus buah murni.
  • Makin kental dan makin gelap warna jus, makin tinggi kandungan nutrisi dan kemurnian buahnya.
  • Perhatikan kandungan nutrisi yang tertera dalam kemasan.
  • Baca label dengan cermat.
  • Pastikan terdapat label pasteurized, artinya jus tersebut telah dipasteurisasi untuk menjaga kandungan gizinya agar tidak rusak.
  • Pilih yang berlabel 100% fruit juice dan hindari yang berlabel drink, punch, cocktail, beverage atau ade karena kadar jus buahnya kurang dari 10%.

Pertolongan pertama jika si kecil kejang

bayi kejang

Jika si kecil demam tinggi kadang diikuti dengan terjadinya kejang. Apalagi jika sebelumnya ia pernah mengalami kejang karena biasanya akan terjadi berulang. Gejala yang timbul saat kejang biasanya berupa tubuh seperti tersentak dan mulai kaku, bola matanya memutar, mengeluarkan air liur sampai bisa juga si kecil hilang kesadaran. Jika kejang terjadi tidak terlalu lama umumnya tidak berbahaya. Namun jika kejang terjadi berulang dan berlangsung lama bisa jadi indikasi adanya penyakit serius. Jika si kecil mengalami kejang akibat demam tinggi, pertolongan pertama yang bisa Bunda lakukan adalah :

  • Longgarkan pakaian yang dikenakan si kecil agar tidak mengalami sesak nafas.
  • Jauhkan anak dari benda-benda yang berbahaya.
  • Letakkan si kecil di posisi yang aman seperti di lantai atau kasur.
  • Miringkan posisi kepala si kecil agar ia tidak tersedak dan memudahkan air liur yang biasanya keluar.
  • Jangan memasukkan apapun ke dalam mulutnya termasuk obat-obatan saat si kecil kejang.
  • Segera bawa ke rumah sakit jika si kecil menunjukkan gejala sulit bernafas dan kulitnya membiru.

Mual yang bermanfaat

Ibu hamil identik dengan mual, tiga dari empat ibu hamil pasti mengalami mual. Mual ini biasanya disebut morning sickness walaupun sebenarnya mual tidak selalu terjadi di pagi hari, melainkan bisa juga di malam hari, bahkan seharian dari pagi sampai malam.

Berat-ringannya pun berbeda-beda. Ada ibu yang masih bisa makan saat mual dan muntah, ada pula yang sampai tidak bisa memasukkan apa pun ke dalam mulutnya. Durasi penderitaan pun tidak sama, beberapa ibu mengalaminya sampai bulan ke-4, tapi ada juga yang sampai akhir kehamilan. Tentu ada juga yang, dan ini bisa menimbulkan rasa cemburu, beruntung karena sama sekali tidak mual dan muntah!

Meningkatnya kadar Hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) di dalam darah ibu, yang mencapai puncak pada minggu ke 8-10 kehamilan, diduga adalah biang keladi morning sickness. Munculnya hormon itu merangsang dinding lambung sehingga menimbulkan perasaan mual. HCG juga menyebabkan gula di dalam darah cepat dikeluarkan sehingga terjadi rasa lapar sekaligus mual.

Para peneliti di Universitas Cornell di New York, Amerika Serikat, menemukan fakta bahwa dari sisi kesejahteraan janin, “derita” ibu tersebut justru bermanfaat, karena:

- Mual dalam kehamilan meningkatkan kesempatan memiliki bayi yang sehat. Beberapa studi dan penelitian lain mempertegas bahwa calon ibu yang mengalami mual akan memiliki risiko keguguran yang rendah.

- Mual yang menyebabkan ibu tidak sanggup makan daging, telur, unggas atau ikan, akan melindungi janin dari kemungkinan terpapar bakteri berbahaya di makanan tersebut, yang tidak dapat dilawan daya tahan tubuh calon ibu.

- Mual adalah hasil kerja alam di mana tubuh ibu mengembangkan perlawanan terhadap berbagai jenis racun di dalam tubuh seperti alkohol, nikotin dan kafein, yang berpotensi menciderai janin.

Apakah boleh mengurangi mual? Menurut para ahli, boleh dan sebaiknya memang dikurangi, karena meski bermanfaat, jika mual membuat ibu tidak mau makan/minum, apalagi membuat berat badan ibu turun atau naik sangat sedikit selama hamil, akan merugikan kesehatan. Demikian juga mual yang membuat ibu muntah lebih dari 4 kali sehari, sehingga mengalami dehidrasi.

Mual dan muntah merupakan indikasi bahaya jika calon ibu sampai memuntahkan darah atau cairan kental berwarna gelap seperti kopi. Dalam istilah kedokteran disebut hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah berlebihan. Ibu harus segera ditangani oleh dokter kandungan. Biasanya diinfus dengan campuran cairan, glukosa dan elektrolit.

Page 1 of 3012345»102030...Last »